Bermadzhab Yang Terpuji & Yang Tercela

Di dalam kitab
التمذهب لا يعارض الدليل و لا القول الراجح
pada halaman 143 disampaikan secara singkat bagaimana cara bermazhab yang terpuji :

التمذهب الممدوح هو أن يتعلم طالب العلم الفقه، على طريقة مذهب معين، كي يتقن مسائل الفقه، و ضوابطه، و قواعده، و أصوله مع اعتقاده الجازم أن جميع الأئمة عليهم رحمة الله تعالى يدورون حول النصوص الشرعية، وأنه لو بلغهم ما يخالف اجتهادهم فيما لم يبلغه نص فيه، لكانوا أسعد الناس بالدليل و كذلك أتباعهم

Cara bermadzhab yang terpuji adalah ketika seorang santri mempelajari ilmu fiqih berdasarkan madzhab fiqih tertentu agar santri tersebut menguasai masail (perkara dan bahasan) fiqih, rambu-rambu fiqih, kaidah-kaidah fiqih, dan ushul fiqih (sumber & dalil), disertai dengan keyakinan yang kuat bahwa sesungguhnya semua imam madzhab – semoga Allah merahmati semua imam madzhab – senantiasa menaruh perhatian pada nash-nash syar’i alias dalil-dalil syar’i, dan apabila sampai pada para imam madzhab tersebut dalil yang menyelisihi ijtihad mereka dalam perkara yang belum mereka ketahui dalilnya, niscaya mereka para imam madzhab tersebut adalah orang yang paling berbahagia dengan dalil yang sampai pada mereka itu, begitu pula dengan para pengikut imam madzhab.

Kemudian penulis kitab ini menyeru kepada para pihak yang belajar fiqih madzhab dengan seruan sebagai berikut :

ومنهم أنت يا من تتتلمذ على قواعدهم و مسائلهم، فإن الأئمة رحمهم الله تعالى غير معصومين، فمتى ما ظهر له الحق في غير مذهبه أخذه و عمل به، دون أن يجد حرجا في نفسه كما قال تعالى : فَلَا وَرَبِّكَ لَا يُؤْمِنُونَ حَتَّىٰ يُحَكِّمُوكَ فِيمَا شَجَرَ بَيْنَهُمْ ثُمَّ لَا يَجِدُوا۟ فِىٓ أَنفُسِهِمْ حَرَجًا مِّمَّا قَضَيْتَ وَيُسَلِّمُوا۟ تَسْلِيمًا

Diantara mereka adalah anda wahai orang yang menjadi santri mempelajari kaidah-kaidah dan masail (perkara dan bahasan) fiqih madzhab! Sesungguhnya para imam madzhab – semoga Allah merahmati semua imam madzhab – itu tidak maksum (alias bukanlah manusia yang disucikan dari kesalahan), maka kapan pun tampak kebenaran dari afiliasi atau madzhab yang lain, akan mereka ambil & amalkan tanpa ada rasa sempit/keberatan pada jiwa para imam madzhab sebagaimana firman Allah Ta’ala dalam Qur’an surat An Nisa ayat 45 : [Maka demi Tuhanmu, mereka (pada hakekatnya) tidak beriman hingga mereka menjadikan kamu sebagai hakim terhadap perkara yang mereka perselisihkan, kemudian mereka tidak merasa dalam hati mereka sesuatu keberatan terhadap putusan yang kamu berikan, dan mereka menerima dengan sepenuhnya].

Adapun bermazhab yang tercela disampaikan oleh penulis kitab sebagai berikut :

أما التمذهب المذموم فهو أن يتعلم طالب العلم الفقه على طريقة مذهب معين كي يتقن مسائل الفقه و ضوابطه، و قواعده، و أصوله مع اعتقاده الجازم أن ما خالف قوله خطأ محض، وأن الصواب لا يعدوه، فلا يقبل مراجعة و لا مناقشة و لا تعليلا و لا اعتراضا فالقول ما قالت حذام

Adapun bermadzhab yang tercela adalah ketika seorang santri mempelajari ilmu fiqih berdasarkan madzhab fiqih tertentu agar dapat menguasai masail (perkara dan bahasan) fiqih, rambu-rambu fiqih, kaidah-kaidah fiqih, dan ushul fiqih (sumber & dalil), disertai dengan keyakinan yang kuat bahwa siapapun yang menyelisihi pendapatnya & apa yang telah dia pelajari betul-betul berada dalam kesalahan! Dan kebenaran tidak ada pada afiliasi atau madzhab lainnya sehingga dia tidak mau mempertimbangkan ulang, tidak mau mendiskusikannya, tidak mau menerangkan alasannya, & tidak mau meninjaunya kembali. Pokoknya kebenaran ada pada dirinya tidak pada pihak lain!

Cara bermadzhab yang tercela semacam ini persis seperti syair berikut ini :

إِذا قالت حذام فصدقوها
فإن القول ما قالت حذام

Apabila Hadzam telah berucap maka benarkanlah dia
Karena sesungguhnya kebenaran senantiasa ada pada dirinya!

Peribahasa diatas adalah ungkapan terkait seseorang yang harus senantiasa diyakini kebenaran ucapannya dan bahwa setiap ucapan orang lain yang menyelisihinya maka tidak perlu diterima!

Demikianlah sekilas perbedaan antara bermadzhab yang terpuji dan bermadzhab yang tidak terpuji.

Semoga Allah bukakan ilmu yang bermanfaat untuk kita dan semoga Allah mudahkan kita beramal shaleh di atas landasan ilmu🤲.

اللهم آميييييين

و الله تعالى أعلم بالصواب

Yurifa Iqbal (santri Ma’had Darussalam Asy Syafi’i angkatan 3)

Murajaah : ustaz Agus Abu Husain

—–

📩 Silakan disebarkan dan follow media kami untuk mendapat update terkait Mahad Darussalam

Web: darussalam.or.id
FB: fb.me/darussalam.or.id
IG: instagram.com/darussalam.or.id
YT: youtube.com/mahaddarussalam
WA: chat.whatsapp.com/F5udYkGAB10KWmOTfbbI4h

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *