Jangan Sampai Menyesal Pas Hari H
5 Amalan Sederhana Pagi Idul Adha Yang Mungkin Sering Terlupakan
Tidak jarang di sela-sela kesibukan mengurus teknis hewan kurban, kadang ada satu hal penting yang sering luput dari persiapan kita: yaitu adab dan sunnah di pagi Hari Raya Idul Adha itu sendiri.
Banyak dari kita yang ngerasa hari raya setahun sekali ini berjalan gitu-gitu aja sebagai rutinitas tahunan. Bangun, shalat, terus nungguin daging kurban dibagikan. Padahal, ada beberapa amalan sederhana dari sebelum berangkat sampai pulang shalat Id yang kalau kelewat, sayang banget.
Berikut ini 5 sunnah Idul Adha yang disampaikan dalam kitab al-Fiqh al-Manhaji ala Madzhab al-Imam asy-Syafi’i (1/135, Dar al-Musthafa) dan beberapa tambahan dari kitab fiqh syafi’i yang lainnya.
[1] Berhias Diri Dengan Sebaik Mungkin
١ – أن يغتسل ويتطيب ويلبس الجديد من ثيابه، لما مرَّ في الجُمعة
“Disunnahkan mandi (dengan niat mandi sunnah hari raya), memakai wewangian, menggunakan pakaian baru sebagaimana telah berlalu dalam pembahasan sunnah shalat jumat.”
Catatan:
- Sunnah mandi tetap berlaku meskipun tidak akan shalat karena itu adalah perhiasan dan keindahan (al-Imta’ bi Syarh Matn Abi Syuja’, hal. 124, Dar al-Manar)
- Kesunnahan mandi hari raya berlaku setelah masuk di separuh malam yang kedua (ibid)
- Dianjurkan menggunakan baju yang berwarna putih (ibid)
- Perempuan memiliki perincian hukum sebagaimana dijelaskan oleh Ibnu Naqib al-Mishry rahimahullah:
ومنْ لا تُشتهى منَ النساءِ بغيرِ طيبٍ ولا زينةٍ، ويكرهُ لمشتهاةٍ
- Dianjurkan hadir bagi perempuan yang sudah tidak menarik syahwat tanpa menggunakan wewangian dan perhiasan,
- Dimakruhkan bagi perempuan yang menarik syahwat
(Umdatu as-Salik, hal. 85, Syu’un Diniyyah, Qatar)
[2] Datang Ke Tempat Shalat Lebih Awal
٢ – يسنّ أن يُبَكِّر الناس بالحضور إلى المسجد صباح العيد.
“Dianjurkan untuk datang ke masjid lebih awal di pagi hari raya.”
Catatan: Dianjurkan untuk bertakbir ketika berjalan menuju tempat shalat Id.
Ibnu Qosim rahimahullah menjelaskan,
ويستمر هذا التكبير (إلى أن يدخل الإمام في الصلاة) للعيد
” .. Terus berlanjut takbir ini (takbir mursal) sampai imam memulai shalat id” (Fath al-Qarib, hal. 103, Dar Ibn Hazm)
[3] Tidak Makan Dulu Sebelum Shalat Idul Adha
٣ – يسن في عيد الفطر أن يأكل شيئًا قبل خروجه إلى الصلاة.
أمَّا في عيد الأضحى فيُسنُّ له أن يمسك عن الطعام حتى يعود من الصلاة.
“Disunnahkan untuk makan terlebih dahulu sebelum berangkat shalat Idul Fitri. Adapun Idul Adha, maka disunnahkan untuk tidak makan terlebih dahulu sampai selesai shalat”
[4] Bedakan Jalan Berangkat Dan Jalan Pulang
٤ – يسن للمصلِّي أن يذهب ماشيًا إلى المصلَّى أو المسجد في طريق، وأن يعود في طريق أخرى. روى البخاري (٩٤٣)، عن جابر – رضي الله عنه – قال: كان النبي – ﷺ – إذا كان يوم عيد خالف الطريق.
Disunnahkan bagi orang yang shalat id untuk membedakan jalan berangkat ke masjid dan jalan pulangnya. Imam Bukhari meriwayatkan dari Jabir radiyallahu ‘anhu bahwa “dahulu Nabi shallallahu alaihi wa sallam apabila di hari id, beliau membedakan jalan (berangkat dan pulang)” (HR. Bukhari, no. 943)
[5] Tidak Mengapa Shalat Sunnah Setelah Matahari Terbit Bagi Selain Imam Shalat Id
٥ – يكره للإمام أن يتنفل قبل صلاة العيد، ولا يكره لغيره ذلك بعد طلوع الشمس.
روى البخاري (٩٤٥)، عن ابن عباس رضي الله عنهما: أن النبي – ﷺ – خرج يوم الفطر فصلى ركعتين لم يصل قبلهما ولا بعدهما.
Dimakruhkan bagi imam untuk melaksanakan shalat sunnah sebelum shalat id dan tidak dimakruhkan bagi selain imam untuk shalat sunnah setelah terbitnya matahari. Imam Bukhari meriwayatkan dari Ibnu Abbas radiyallahu ‘anhuma bahwa “sesungguhnya Nabi shallallahu alaihi wa sallam keluar untuk shalat dua rakaat id dan tidak shalat apapun sebelum dan sesudahnya” (HR. Bukhari, no. 945)
Catatan:
Diperbolehkan bagi yang tidak bertugas menjadi imam shalat id untuk shalat sunnah sebelum shalat id, semisal ingin melaksanakan shalat dhuha di awal waktu, syukrul wudu (shalat sunnah setelah wudhu), atau yang semisalnya selama dilakukan setelah matahari terbit.
Niat buat menyempurnakan ibadah di hari raya itu memang butuh persiapan hati yang matang.
Hal-hal yang keliatannya sederhana seperti nahan lapar sebentar sebelum shalat Id atau sengaja muter nyari jalan pulang yang beda, sebenarnya jadi bukti seberapa jauh kita menghargai setiap sunnah yang diajarkan oleh Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam.
Nasihat buat kita semua, yuk jangan biarkan Hari Raya Idul Adha besok lewat gitu aja dengan persiapan yang seadanya.
Jangan sampai muncul rasa sesal di hari yang agung nanti hanya karena kita kurang peduli sama adab-adab sederhana ini.
Semoga Allah Ta’ala berikan kelapangan hati bagi kita semua buat mengamalkan ilmu ini, serta menerima seluruh ibadah dan kurban kita dengan pahala yang sempurna
Allahu a’laam bis shawab
____
Dirangkum oleh: Mochamad Rido Rizki Ahad (Santri angkatan ke-3 Mahad Darussalam Asy-Syafi’i)
Murajaah: Ustadz Abu Husein Agus Waluyo (Mudir Ma’had Darussalam Asy Syafi’i)
____
Jadikan ilmu syar’i sebagai solusi dalam setiap urusan dunia dan kunci untuk keselamatan akhirat. Selain Fiqih Syafi’i, kami mengulas berbagai cabang ilmu diniyah untuk membekali keseharianmu. Mari bertumbuh dalam ilmu dengan bergabung Bersama Mahad Darussalam Asy-Syafi’i Yogyakarta untuk pendalaman materi diniyah yang sistematis
Yuk Segera Follow & Pantau Media Kami:
Website: darussalam.or.id
Facebook: fb.me/darussalam.or.id
Instagram: instagram.com/darussalam.or.id
YouTube: youtube.com/mahaddarussalam
WhatsApp: bit.ly/WAdarussalam
