Nahwu Archives - Darussalam Asy Syafii https://darussalam.or.id/category/nahwu/ Pusat Pembelajaran Fiqh Madzhab Asy-Syafi'i Thu, 07 Mar 2024 10:17:45 +0000 en-US hourly 1 https://wordpress.org/?v=6.7.2 https://darussalam.or.id/wp-content/uploads/2019/08/cropped-ds-icon-32x32.png Nahwu Archives - Darussalam Asy Syafii https://darussalam.or.id/category/nahwu/ 32 32 Rincian Huruf أن Pada Af’al Muqarabah https://darussalam.or.id/2024/03/rincian-huruf-an-afal-muqarabah/ https://darussalam.or.id/2024/03/rincian-huruf-an-afal-muqarabah/#respond Thu, 07 Mar 2024 01:00:33 +0000 https://darussalam.or.id/?p=1643 Qadhi Ibn Aqil dalam kitab Syarah Ibn Aqil ‘Ala Alfiyah Ibn Malik menyampaikan bahwa af’al muqarabah terdiri dari 3 jenis

The post Rincian Huruf أن Pada Af’al Muqarabah appeared first on Darussalam Asy Syafii.

]]>
Qadhi Ibn Aqil dalam kitab Syarah Ibn Aqil ‘Ala Alfiyah Ibn Malik menyampaikan bahwa af’al muqarabah terdiri dari 3 jenis :

أحدها: ما دل على المقاربة وهي كاد وكرب وأوشك
والثاني: ما دل على الرجاء وهي عسى وحرى واخلولق
والثالث: ما دل على الإنشاء وهي جعل وطفق وأخذ وعلق وأنشأ

  1. Yang pertama adalah fiil yang menunjukkan dekatnya sesuatu atau hampir-hampir terjadinya sesuatu, yaitu fiil كاد, كرب, أوشك
  2. Yang kedua adalah fiil yang menunjukkan harapan yaitu fiil عسى ,حرى ,اخلولق
  3. Yang ketiga adalah fiil yang menunjukkan mulai dilakukannya suatu perbuatan (disebut juga af’al syuru’) yaitu fiil جعل, طفق, أخذ, علق, أنشأ

Sehingga total ada 11 af’al muqarabah yang disebutkan oleh Qadhi Ibn Aqil dalam kitab Syarah Ibn Aqil ‘Ala Alfiyah Ibn Malik.

Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin menambah satu fiil lagi dalam jenis ketiga (af’al syuru’) yaitu fiil شرع dimana beliau menyampaikan dalam Syarah Alfiyah Ibn Malik juz 1 halaman 580 :

ومن ذلك أيضا: (شرع)، فلا يمكن أن تخرج (شرع) من أفعال الشروع، تقول: شرع يفعل كذا و كذا

Yang termasuk dalam af’al jenis ketiga adalah fiil شرع, karena jelas tidak mungkin engkau keluarkan fiil شرع dari af’al syuru’, engkau katakan : dia mulai melakukan ini dan itu.

Masih dalam kitab yang sama Syaikh Utsaimin kemudian menyampaikan secara singkat terkait kapan berlakunya huruf أن pada af’al muqarabah.

الأول : ما يجب اقترانه ب(أن) و هو اثنان و هما : (حرى، واخلولق)
الثاني : ما يمتنع اقترانه ب(أن) و هو أفعال الشروع الخمسة و هي (أنشأ، وطفق، وجعل، وأخذ، و علق)
الثالث : ما يكثر اقترانه ب(أن) و هو اثنان و هما (عسى، وأوشك)
الرابع : ما يقل اقترانه ب(أن) و هو اثنان و هما (كاد، وكرب)

  1. Wajib ditambahkan atau digandengkan dengan huruf an (أن) yaitu dua fiil حرى & اخلولق
  2. Tidak boleh ditambah dengan huruf an (أن) yaitu lima af’al syuru’ أنشأ، طفق، جعل، أخذ، علق
  3. Banyak ditambahkan huruf an (أن) pada kalimatnya yaitu dua fiil عسى & أوشك
  4. Hanya sedikit huruf an (أن) yang ditambahkan pada kalimatnya yaitu dua fiil كاد & كرب

Demikian pembahasan ringkas terkait hal ini. Semoga bermanfaat.

الله أعلم

Yurifa Iqbal (santri Ma’had Darussalam Asy Syafi’i angkatan 3)

Murajaah : Ustadz Agus Abu Husain

The post Rincian Huruf أن Pada Af’al Muqarabah appeared first on Darussalam Asy Syafii.

]]>
https://darussalam.or.id/2024/03/rincian-huruf-an-afal-muqarabah/feed/ 0
3 Macam Alif Lam Yang Memakrifatkan https://darussalam.or.id/2024/01/3-macam-alif-lam-yang-memakrifatkan/ https://darussalam.or.id/2024/01/3-macam-alif-lam-yang-memakrifatkan/#respond Mon, 08 Jan 2024 01:00:19 +0000 https://darussalam.or.id/?p=1493 Alif lam dalam suatu kata bahasa Arab tentu sering kita jumpai. Baik ketika kita membaca Al Quran, hadits, maupun kitab

The post 3 Macam Alif Lam Yang Memakrifatkan appeared first on Darussalam Asy Syafii.

]]>
Alif lam dalam suatu kata bahasa Arab tentu sering kita jumpai. Baik ketika kita membaca Al Quran, hadits, maupun kitab para ulama.

Contoh alif lam yang masuk pada suatu kata dalam bahasa arab adalah
الرَّجُلُ
(ar-rajulu artinya seorang laki-laki) yang mana jika tidak dimasuki alif lam menjadi rajulun :
رَجُلٌ

Ketika suatu kata yang dalam bahasa arab yang diistilahkan dengan isim dimasuki alif lam, maka isim tersebut menjadi makrifat. Alif lam yang menjadikan makrifat ini terbagi menjadi 3 macam sebagaimana penjelasan dalam kitab
شرح ابن عقيل على ألفية ابن مالك
juz 1 halaman 122 – 123 penerbit Dar Ibn Katsir berikut :

والألف واللام المعرفة تكون

Alif lam yang memakrifatkan terbagi menjadi 3 macam :

1. Lil ahdi (yang sudah disebutkan sebelumnya)

للعهد كقولك لقيت رجلا فأكرمت الرجل

Lil ahdi (yang sudah disebutkan sebelumnya), seperti ucapanmu : saya berjumpa dengan seorang laki-laki kemudian saya muliakan laki-laki tersebut.

Maka alif lam yang masuk pada kata ar rajulu ini adalah lil ahdi karena rajulun sudah disebutkan sebelumnya. Contoh di Al Quran ada pada firman Allah dalam surat Al Muzammil ayat 15 – 16 :

وقوله تعالى: ﴿كما أرسلنا إلى فرعون رسولا فعصى فرعون الرسول

sebagaimana dulu Kami telah mengutus seorang Rasul kepada Fir’aun, ternyata Fir’aun mendurhakai Rasul itu.

Maka ar rasul yang ada alif lam ini adalah rasul yang juga telah disebutkan sebelumnya!

Sekali lagi alif lam ini berfungsi sebagai lil ahdi (yang sudah disebutkan sebelumnya) yang secara lebih spesifik dinamakan alif lam lil ahdi dzikri.

Sebagai tambahan dan penyempurna faedah, selain alif lam lil ahdi dzikri, juga ada alif lam yang dinamakan lil ahdi dzihni dan lil ahdi hudhuri.

Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin dalam kitab
شرح ألفية ابن مالك
juz 1 halaman 368 Maktabah Ar Rusyd menjelaskan :

والتي للعهد تكون للعهد الذكري، والعهد الذهني، والعهد الحضوري

Alif lam lil ahdi ini terdiri dari ahdi dzikri, ahdi dzihni, dan ahdi hudhuri.

فأما التي للعهد الذهني فهو ما كان معهودا بين الناس في أذهانهم مثل : قال النبي، فالنبي معهود ذهنا و هو محمد صلى الله عليه وسلم

Adapun alif lam lil ahdi dzihni adalah apa-apa yang telah umum dikenal dalam benak orang-orang contohnya An Nabi bersabda (قال النبي), maka Nabi yang dimaksud disini telah umum dikenal dalam benak orang-orang yaitu Rasulullah Muhammad ﷺ.

وأما التي للعهد الذكري فهي التي تعود إلى شيء سابق مثل قوله تعالى: ﴿كما أرسلنا إلى فرعون رسولا فعصى فرعون الرسول

Adapun alif lam lil ahdi dzikri adalah alif lam yang terdapat pada kata yang sudah disebutkan sebelumnya sebagaimana firman Allah surat Al Muzammil ayat 15-16 : dulu Kami telah mengutus seorang Rasul kepada Fir’aun, ternyata Fir’aun mendurhakai Rasul itu.

وأما التي للعهد الحضوري فيكثر ذلك في كل محلى ب(أل) يأتي بعد اسم الإشارة، فكل محلى ب(أل) يأتي بعد اسم الإشارة فهو للهعد الحضوري، تقول ذاك الرجل، ذلك الكتاب

Adapun alif lam lil ahdi hudhuri banyak terdapat pada kata yang dimasuki alif lam yang disebut setelah isim isyarah (kata penunjuk), maka semua kata yang dimasuki alif lam yang disebut setelah isim isyarah (kata tunjuk) adalah lil ahdi hudhuri, contohnya ini laki-laki, itu adalah kitab.

إنه عهد حضوري لأن الإشارة تكون إلى شيء حاضر

Disebut lil ahdi hudhuri karena kata tunjuk menandakan sesuatu yang ada saat ini.

2. Lilistighraq al jinsi (mencakup semua jenis anggota)

ولاستغراق الجنس نحو إن الإنسان لفي خسر

Lilistighraq al jinsi (mencakup semua jenis anggota), contohnya ayat Al Quran surat Al ‘Ashri ayat kedua : sesungguhnya semua manusia berada dalam kerugian.

وعلامتها أن يصلح موضعها كل

Adapun tanda alif lam lilistighraq al jinsi adalah posisi alif lam bisa ditempati lafazh kullun (كُلٌّ) sehingga kalimatnya menjadi :

إن كل إنسان

Sesungguhnya semua manusia…

3. Lita’rifil haqiqah (menunjukkan hakikat)

ولتعريف الحقيقة نحو الرجل خير من المرأة أي هذه الحقيقة خير من هذه الحقيقة

Lita’rifil haqiqah (menunjukkan hakikat), contohnya : laki-laki lebih baik daripada perempuan yaitu hakikat laki-laki lebih baik daripada perempuan.

Kemudian perlu diketahui juga bahwa alif lam lita’rifil haqiqah (menunjukkan hakikat) ini tidaklah mencakup seluruh individu atau anggota! Dalam contoh tadi bukan berarti semua individu laki-laki lebih baik dari semua individu perempuan!

Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin dalam kitab
شرح ألفية ابن مالك
juz 1 halaman 367 Maktabah Ar Rusyd menjelaskan :

الرجل خير من المرأة، يعني : جنس الرجال خير من جنس النساء

Maksud dari laki-laki lebih baik daripada perempuan adalah jenis laki-laki lebih baik daripada jenis perempuan.

فالتي لبيان الحقيقة لا تقتضي الشمول، لأننا إذا قلنا الرجل خير من المرأة، لا يستلزم أن كل واحد من الرجال خير من من كل امرأة

Maka alif lam yang menjelaskan hakikat ini tidaklah mencakup keseluruhan, oleh sebab itu apabila kita katakan laki-laki lebih baik daripada perempuan, tidak mengharuskan setiap individu laki-laki lebih baik daripada setiap individu perempuan! Tidak seperti itu!

لكن هذا الجنس على هذا الجنس

Akan tetapi maksudnya adalah jenis laki-laki lebih baik daripada jenis perempuan.

Demikian pembahasan ringkas terkait 3 macam alif lam yang memakrifatkan ini. Semoga bermanfaat.

و الله تعالى أعلم بالصواب

Yurifa Iqbal (santri Ma’had Darussalam Asy Syafi’i angkatan 3)

Murajaah : ustaz Agus Abu Husain

—–

🚀 Ingin belajar Nahwu & Sharaf Dasar di Mahad Darussalam? Yuk daftar di Program Online Bahasa Arab Nahwu Sharaf Dasar

📩 Silakan disebarkan dan follow media kami untuk mendapat update terkait Mahad Darussalam

Web: darussalam.or.id
FB: fb.me/darussalam.or.id
IG: instagram.com/darussalam.or.id
YT: youtube.com/mahaddarussalam
WA: chat.whatsapp.com/F5udYkGAB10KWmOTfbbI4h

The post 3 Macam Alif Lam Yang Memakrifatkan appeared first on Darussalam Asy Syafii.

]]>
https://darussalam.or.id/2024/01/3-macam-alif-lam-yang-memakrifatkan/feed/ 0
Hukum Mempelajari Ilmu Nahwu, Antara Fardhu Kifayah & Fardhu Ain, Benarkah? https://darussalam.or.id/2024/01/hukum-mempelajari-nahwu-antara-fardhu-kifayah-ain-benarkah/ https://darussalam.or.id/2024/01/hukum-mempelajari-nahwu-antara-fardhu-kifayah-ain-benarkah/#respond Thu, 04 Jan 2024 01:00:26 +0000 https://darussalam.or.id/?p=1489 Definisi Ilmu Nahwu Ilmu nahwu merupakan salah satu ilmu terkait bahasa Arab. Di dalam kitab الدرة البهية على متممة الآجرومية

The post Hukum Mempelajari Ilmu Nahwu, Antara Fardhu Kifayah & Fardhu Ain, Benarkah? appeared first on Darussalam Asy Syafii.

]]>
Definisi Ilmu Nahwu

Ilmu nahwu merupakan salah satu ilmu terkait bahasa Arab.

Di dalam kitab
الدرة البهية على متممة الآجرومية
halaman 11 disampaikan pengertian ilmu nahwu :

علم بأصول مستنبطة من كلام العرب يعرف بها أحوال أواخر الكلم إعرابا و بناء

Ilmu yang membahas pokok-pokok (dasar-dasar) bahasa Arab yang digali dari perkataan Arab agar bisa diketahui keadaan akhir kata dalam bahasa Arab dari segi i’rob (berubah) dan mabni (tetap).

Hukum Mempelajari Nahwu

Lalu bagaimana hukum mempelajarinya?

Di dalam kitab
المختصر في النحو
halaman 14 disampaikan :

حكم الشارع في تعلمه و تعليم علم النحو فرض كفاية إذا قام به من يكفي سقط عن الباقين

Hukum mempelajari ilmu nahwu dan mengajar ilmu nahwu dalam pandangan syariat adalah fardhu kifayah yang apabila fardhu kifayah tersebut telah dilakukan oleh sebagian umat Islam secara memadai maka umat Islam lainnya tidak dituntut melakukannya.

Hal yang sama juga dijelaskan dalam kitab
الدرة البهية على متممة الآجرومية
halaman 12 dengan tambahan penjelasan :

وحكمه : الوجوب الكفائي, و قد يتعين على بعض دون بعض كمن أراد تفسير القرآن الكريم

Hukum mempelajari ilmu nahwu adalah fardhu kifayah, namun terkadang hukumnya adalah fardhu ain bagi sebagian umat Islam contohnya adalah bagi siapapun yang ingin menafsirkan Al Qur’an maka fardhu ain hukumnya mempelajari ilmu nahwu.

Kesimpulan

Kesimpulannya adalah mempelajari ilmu nahwu hukumnya fardhu kifayah.

Namun bagi siapapun yang mau menafsirkan Al Qur’an fardhu ain hukumnya mempelajari ilmu nahwu! Kalau ada yang mau menafsirkan Al Qur’an & menjelaskan Al Qur’an namun tidak mempelajari ilmu nahwu jelas berdosa!

Demikian pula bagi siapapun yang ingin memperdalam tsaqafah Islam seperti menjelaskan hadits-hadits Rasulullah Muhammad ﷺ, melakukan tarjih antar dalil, melakukan ijtihad fiqih, membandingkan berbagai pendapat para fuqaha kemudian menguatkan salah satunya maka fardhu ain hukumnya mempelajari dan mengilmui ilmu nahwu serta cabang ilmu bahasa Arab lainnya.

Demikian pembahasan ringkas terkait hal ini. Semoga bermanfaat.

و الله تعالى أعلم بالصواب

Yurifa Iqbal (santri Ma’had Darussalam Asy Syafi’i angkatan 3)

Murajaah : ustaz Agus Abu Husain

—–

🚀 Ingin belajar Nahwu & Sharaf Dasar di Mahad Darussalam? Yuk daftar di https://dars.darussalam.or.id/register

📩 Silakan disebarkan dan follow media kami untuk mendapat update terkait Mahad Darussalam

Web: darussalam.or.id
FB: fb.me/darussalam.or.id
IG: instagram.com/darussalam.or.id
YT: youtube.com/mahaddarussalam
WA: chat.whatsapp.com/F5udYkGAB10KWmOTfbbI4h

The post Hukum Mempelajari Ilmu Nahwu, Antara Fardhu Kifayah & Fardhu Ain, Benarkah? appeared first on Darussalam Asy Syafii.

]]>
https://darussalam.or.id/2024/01/hukum-mempelajari-nahwu-antara-fardhu-kifayah-ain-benarkah/feed/ 0
3 Alasan Mengapa Fail I’rabnya Rafa’ https://darussalam.or.id/2023/01/3-alasan-mengapa-fail-irabnya-rafa/ https://darussalam.or.id/2023/01/3-alasan-mengapa-fail-irabnya-rafa/#respond Thu, 19 Jan 2023 03:00:45 +0000 https://darussalam.or.id/?p=942 Ibnu Ya’isy menyebutkan setidaknya ada 3 alasan mengapa fail marfu’ 1️⃣ Untuk membedakan antara fail dan maf’ul bih yang jika

The post 3 Alasan Mengapa Fail I’rabnya Rafa’ appeared first on Darussalam Asy Syafii.

]]>
Ibnu Ya’isy menyebutkan setidaknya ada 3 alasan mengapa fail marfu’

1⃣ Untuk membedakan antara fail dan maf’ul bih yang jika tidak di’irab rafa’ bisa jadi maf’ul bih disangka fail.

2⃣ Fail marfu’ karena fail itu kuat, sedangkan maf’ul bih itu manshub karena lemah. Maksud fail itu kuat karena selalu membersamai fiil dan fiil tidak bisa terlepas dari fail. Ini berbeda dengan maf’ul bih yang bisa dihilangkan dari fiil, seperti kalimat ضرب زيد sudah bisa berdiri sendiri tanpa menyebutkan maf’ul bih, berbeda halnya jika fail dihilangkan maka tidak ada yang bisa menggantikannya, seperti jika kalimatnya ضرب زيدا tanpa ada fail.
Karena fail itu lebih kuat dan maf’ul bih itu lebih lemah sedangkan dhommah itu lebih kuat daripada fathah karena dhommah itu dari wawu sedangkan fathah itu dari alif sedangkan wawu lebih kuat daripada alif karena makhraj wawu lebih sempit daripada alif oleh karena itu wawu bisa diberi harakat berbeda dengan alif yang tidak boleh diberi harakat karena makrajnya luas.
Berdasarkan fakta ini, maka yang lebih kuat ( fail ) dipasangkan dengan yang lebih kuat ( dhommah ) dan yang lebih lemah ( maf’ul ) dipasangkan dengan yang lebih lemah ( fathah ).

3⃣ Fail lebih sedikit daripada maf’ul bih karena fiil hanya bisa memiliki satu fail akan tetapi bisa memiliki maf’ul bih banyak, bahkan bisa ditambah dengan maf’ul yang lain seperti maf’ul mutlak, dharaf zaman, dharaf makan, maf’ul li ajlih, maf’ul ma’ah, haal dan istitsna’. Karena dhommah itu lebih berat daripada fathah, maka fail yang jumlahnya sedikit dipasangkan dengan i’rab rafa’ yang berat dan maf’ul yang bisa banyak jumlahnya dipasangkan dengan i’rab nashab yang ringan.

Disarikan dari Syarah al-Mufasshal I/201-202

✍Ustadz Agus Abu Husain hafidzahullahu

Barakallahu fiikum
Silahkan dibagikan semoga bermanfaat
_____________________________________________
Mari belajar bersama dan mengambil faedah dengan mengunjungi dan mengikuti
👇🏼👇🏼👇👇
website: darussalam.or.id
facebook: darussalam.or.id
instagram: darussalam.or.id
youtube: mahaddarussalam

Jazakumullahu Khairan

 

The post 3 Alasan Mengapa Fail I’rabnya Rafa’ appeared first on Darussalam Asy Syafii.

]]>
https://darussalam.or.id/2023/01/3-alasan-mengapa-fail-irabnya-rafa/feed/ 0