🔰 AMALAN YANG TIDAK JARANG TERLUPAKAN OLEH CALON PEKURBAN
Sudah Tahu?
Idul Adha tinggal menghitung hari. Di tengah kesibukan kita memilih hewan kurban terbaik, ada satu sunnah yang seringkali terlewatkan oleh para pekurban (Shohibul Qurban). Sunnah ini berkaitan dengan bagian dari tubuh kita sendiri, yakni rambut dan kuku.
Simak penjelasannya!
🌱 Ibnu Naqib Al-Mishry رحمه الله menjelaskan dalam kitabnya:
يندب لمن أرادها أن لا يحلق شعره و لا يقلم ظفره في عشر ذي الحجة حتى يضحي
“Disunnahkan bagi yang ingin berkurban untuk tidak mencukur rambutnya (rambut kepala, jenggot, bulu ketiak, dll) serta tidak menggunting kukunya pada 10 hari awal Dzulhijjah sampai ia menyembelih kurbannya.” (Umdatus Salik, hal. 251, Dar Ibn Hazm)
Syekh Majid Al-Hamawi memberikan komentar penting terkait hal ini:
و إلا كره. والمعنى فيه: شمول المغفرة لجميع أجزائه
“Jika tetap dilakukan (mencukur/memotong kuku), maka hukumnya makruh. Adapun hikmah di baliknya adalah agar ampunan Allah meliputi seluruh anggota tubuhnya (agar tidak ada bagian tubuh yang terpisah sebelum pengampunan turun).” (Ibid)
Anjuran ini berlandaskan hadits shahih dari Ummu Salamah radhiyallahu ‘anha, bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
إِذَا رَأَيْتُمْ هِلالَ ذِي الْحِجَّةِ وَأَرَادَ أَحَدُكُمْ أَنْ يُضَحِّيَ فَلْيُمْسِكْ عَنْ شَعْرِهِ وَأَظْفَارِهِ
“Apabila kalian melihat hilal Dzulhijjah dan salah seorang di antara kalian ingin berkurban, maka hendaklah ia menahan diri dari (memotong) rambut dan kukunya.”
(H.R. Muslim no. 1977).
📝 Catatan: Dalam Madzhab Syafi’i, larangan dalam hadits ini dipahami sebagai Makruh Tanzih (dibenci tapi tidak berdosa), bukan haram.
Nah, bagi teman-teman yang sudah berniat berkurban tahun ini, yuk rapikan kuku dan rambutmu sebelum memasuki tanggal 1 Dzulhijjah.
Jadikan momen “menahan diri” ini sebagai bentuk ketaatan kita kepada syariat, sembari berharap ridho dan pahala di sisi Allah subhanahu wa ta’ala. Jangan sampai hal kecil ini terlewat hanya karena kurangnya persiapan. Allahu a’lam bis shawab
TAG teman kamu yang mau qurban tahun ini, mengingatkan dalam kebaikan itu pahala lho..!
__
Dirangkum oleh Mochamad Rhido Rizki (Santri Mahad Darussalam Asy Syafii Angkatan 3)
Murajaah: Ustadz Abu Husain Agus Waluyo (Mudir Mahad Darussalam Asy Syafii)
Barakallahu fiikum…
__
Jadikan ilmu syar’i sebagai solusi dalam setiap urusan dunia dan kunci untuk keselamatan akhirat. Selain Fiqih Syafi’i, kami mengulas berbagai cabang ilmu diniyah untuk membekali keseharianmu. Mari bertumbuh dalam ilmu dengan bergabung Bersama Mahad Darussalam Asy-Syafi’i Yogyakarta untuk pendalaman materi diniyah yang sistematis.
