Muhasabah dan evaluasi diri menyambut tahun baru Hijriyyah
بسم الله الرحمن الرحيم
Tidak terasa hari demi hari telah berlalu, bulan demi bulanpun telah berlalu, bahkan tahun demi tahunpun berlalu, hidup kita terkikis sedikit demi sedikit.
Benarlah apa yang disampaikan oleh Imam Abu Ishaq Al-Ilbiry rahimahullahu ta’ala dalam Manzhumah-nya yang sangat masyhur,
تفت فؤادك الأيام فتا • وتنحت جسمك الساعات نحتا
Hari-hari dunia benar-benar melemahkan hatimu, waktu demi waktu benar-benar memahat jasadmu
(Qashidah Abi Ishaq Al-Ilbiry Fiz Zuhdi Wal Hats Ala Thalabil Ilmi)
Perkataan beliau mengingatkan kepada kita bahwa kehidupan ini hanyalah laksana hitungan hari, setiap kali ia berlalu, maka berlalulah sebagian dari kehidupan kita.
Apabila sebagian dari kehidupan kita telah berlalu, maka hampir hampir saja berlalu keseluruhannya.
Di malam yang tenang ini, Allah masih menganugerahkan kepada kita untuk menghembuskan nafas di tahun 1448H, oleh karena itu, marilah kita merenung, mengevaluasi, memuhasabah diri kita atas apa yang telah kita lakukan di tahun 1447H, sebab setiap gerak-gerik kita akan dimintai pertanggung jawaban kelak pada hari dimana lisan tidak bisa berkata-kata, namun tanganlah yang akan berbicara, kakilah yang akan memberikan persaksian atas apa yang kita perbuat.
Cobalah Tanyakan Pada Diri Sendiri,
- “Apakah ibadahku telah sesuai dengan tuntunan Rasulullah?”
- “Bagaimana hubunganku dengan Rabbku?”
- “Bagaimana hubunganku dengan keluargaku?”
- “Bagaimana hubunganku dengan Masyarakat?”
- “Bagaimana tanggung jawabku sebagai seorang suami terhadap istri dan anak-anakku/ tanggung jawabku sebagai seorang istri kepada suami dan anak-anakku?”
- “Sudahku jadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidupku selama ini?”
- “Adakah perubahan yang lebih baik dari tahun tahun sebelumnya?”
Cukup jawab di hati kita masing-masing…
Allah ‘Azza Wajalla mengingatkan kita dalam firman-Nya,
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَا قَدَّمَتْ لِغَدٍ ۖ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۚ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ
“Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap orang memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (hari Kiamat). Bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Teliti terhadap apa yang kamu kerjakan.” (QS. Al-Hasyr: 18)
Imam Ibnu Katsir rahimahullahu ta’ala memberikan keterangan,
حاسبوا أنفسكم قبل أن تحاسبوا ، وانظروا ماذا ادخرتم لأنفسكم من الأعمال الصالحة ليوم معادكم وعرضكم على ربكم
“Hisablah diri kalian sebelum kalian dihisab (di Akhirat), perhatikanlah amal sholeh yang kalian simpan untuk diri kalian pada hari kalian di kembalikan dan dihadapkan kepada Rabb kalian“
(Tafsirul Qur’anil Azhim)
🧩 Mengapa Mengevaluasi Diri Ini Menjadi Sangat Penting?
Imam Muhammad Jamaluddin Al-Qasimi rahimahullahu ta’ala berkata,
فمن حاسب نفسه قبل أن يحاسب خف في القيامة حسابه، وحضر عند السؤال جوابه، وحسن منقلبه ومآبه، ومن لم يحاسب نفسه دامت حسراته، وطالت في عرصات القيامة وقفاته، وقادته إلى الخزي والمقت سيئاته.
“Barangsiapa yang mengevaluasi dirinyanya sebelum ia dihisab, niscaya hisabnya pada hari kiamat akan menjadi ringan, menjawab pertanyaannya akan menjadi mudah, dan kesudahannya akan menjadi baik. Sebaliknya, barang siapa yang tidak mengevaluasi dirinya, niscaya penyesalan akan berkepanjangan dan berdirinya di padang Mahsyar akan lama, dan keburukannya akan menggiringnya kepada kehinaan dan kemurkaan (Allah)”. (Mauizhatul Mu’minin Min Ihya’ Ulumid Din)
Semoga Allah memperbaiki keadaan kita menjadi lebih baik, menerima amal baik kita yang sedikit ini, dan memaafkan kesalahan kita yang amat banyak…
Aamiin Yaa Rabbal ‘Alamin
_
Referensi:
[1]. Qashidah Abi Ishaq Al-Ilbiry Fiz Zuhdi Wal Hats Ala Thalabil Ilmi, karya Ibrahim bin Mas’ud At-Tujibi, Cet. 1, Tahqiq: Abdul Muhsin Al-Qasim, hal. 49
[2] Tafsirul Qur’anil Azhim, karya Abul Fida’ Ismail bin Katsir, Penerbit: Dar Ibnul Jauzi, Cet. Ke-3, Jilid. 7, hal. 235.
[3] Mauizhatul Mu’minin Min Ihya’ Ulumid Din, karya Syaikh Muhammad Jamaluddin Al-Qasimi, Cet. 1, Penerbit: Darul Ihya’ Indonesia, Hal. 333
____
Ditulis oleh: Irham Abisono (Santri Ma’had Darussalam Angkatan – 5)
Muroja’ah: Ustadz Abu Husain Agus Waluyo (Mudir Ma’had Darussalam Asy-Syafi’i)
____
Jadikan ilmu syar’i sebagai solusi dalam setiap urusan dunia dan kunci untuk keselamatan akhirat. Selain Fiqih Syafi’i, kami mengulas berbagai cabang ilmu diniyah untuk membekali keseharianmu. Mari bertumbuh dalam ilmu dengan bergabung Bersama Mahad Darussalam Asy-Syafi’i Yogyakarta untuk pendalaman materi diniyah yang sistematis
Yuk Segera Follow & Pantau Media Kami:
Website: darussalam.or.id
Facebook: fb.me/darussalam.or.id
Instagram: instagram.com/darussalam.or.id
YouTube: youtube.com/mahaddarussalam
WhatsApp: bit.ly/WAdarussalam
