Di era digital ini, akses terhadap berita, informasi, rekaman kajian, hingga hiburan terasa begitu mudah. Berbagai aplikasi seperti WhatsApp, Facebook, Instagram, Telegram, hingga TikTok hadir memanjakan manusia dengan beragam fiturnya.
Pada dasarnya, menggunakan media sosial bukanlah suatu masalah selama mendatangkan manfaat dan bisa mendekatkan diri kepada Allah Azza Wa Jalla. Sebab, teknologi ini hanyalah sebuah sarana. Jika digunakan untuk kebaikan, ia akan berbuah pahala. Sebaliknya, jika disalahgunakan untuk keburukan, ia hanya akan menjadi jalan pembuka menuju dosa.
Terlebih di bulan-bulan Haram, bulan-bulan yang memiliki kedudukan yang agung disisi Allah, di mana kebaikan dan dosa dilipatgandakan oleh Allah ‘Azza Wajalla pada bulan-bulan tersebut.
Allah berfirman,
إِنَّ عِدَّةَ الشُّهُورِ عِنْدَ اللَّهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِي كِتَابِ اللَّهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ۚ ذَٰلِكَ الدِّينُ الْقَيِّمُ ۚ فَلَا تَظْلِمُوا فِيهِنَّ أَنْفُسَكُمْ ۚ
“Sesungguhnya bilangan bulan di sisi Allah ialah dua belas bulan, (sebagaimana) ketetapan Allah (di Lauh Mahfuz) pada waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antara dua belas bulan itu terdapat empat bulan Haram (mulia), Itulah Agama yang lurus, maka janganlah kamu menzalimi dirimu pada bulan-bulan tersebut…” (QS. At-Taubah: 36)
Empat bulan Haram yang dimaksud adalah bulan Dzul Qa’dah, Dzulhijjah, Muharram dan Rajab, sebagaimana dijelaskan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam secara lugas dalam hadits,
ألا إنَّ الزَّمَانَ قَدْ اسْتَدَارَ كَهَيْئَتِهِ يَوْمَ خَلَقَ اللَّهُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ السَّنَةُ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ثَلَاثَةٌ مُتَوَالِيَاتٌ ذُو الْقَعْدَةِ وَذُو الْحِجَّةِ وَالْمُحَرَّمُ وَرَجَبٌ شَهْرُ مُضَرَ الَّذِي بَيْنَ جُمَادَى وَشَعْبَانَ
“Sesungguhnya waktu itu terus berputar sama seperti saat Allah menciptakan langit dan bumi, setahun ada dua belas bulan, dan empat di antaranya adalah bulan-bulan Haram, dan tiga di antaranya adalah bulan-bulan yang berurutan yaitu: Dzul Qa’dah, Dzul Hijjah, Muharram dan Rajab. Sedangkan bulan Rajab adalah bulannya Mudha, yaitu bulan yang terletak antara Jumadil Akhir dan Sya’ban.” (HR. Bukhari-Muslim)
Dalam QS. At-Taubah: 36 di atas, Allah ‘Azza Wajalla menyebutkan,
فَلَا تَظْلِمُوا فِيهِنَّ أَنْفُسَكُمْ
“Maka janganlah kamu menzalimi dirimu pada bulan-bulan tersebut…” (QS. At-Taubah: 36)
Al-Imam Jalaluddin As-Suyuthi rahimahullah dalam tafsir Jalalain menyebutkan maksud dari ayat,
فَلَا تَظْلِمُوا فِيهِنَّ : أي الأشهر الحرم، أَنْفُسَكُمْ : أي بالمعاصي، فإن فيها أعظم وزرا.
“Janganlah kamu menzhalimi dirimu pada bulan-bulan tersebut.” adalah: Janganlah kamu menzhalimi dirimu di bulan-bulan Haram tersebut dengan melakukan kemaksiatan, sebab dosa-dosa yang dilakukan di bulan-bulan tersebut lebih besar dosanya. (Tafsir Jalalain)
Syaikh Muhammad bin Sholeh Al-‘Utsaimin rahimahullah berkata,
فإذا كان قد نهي عن ظلم النفس بخصوص هذه الأشهر دل ذلك على أن العمل الصالح فيهن أفضل.
Apabila menzholimi diri sendiri dengan kemaksiatan dilarang dengan sebab kekhususan bulan-bulan Haram ini, maka hal ini menunjukkan bahwa amal sholeh yang dikerjakan pada bulan-bulan Haram ini adalah lebih utama dari pada bulan-bulan lainnya.
ومن العبارات المشهورة عند العلماء قولهم : ” تضاعف الحسنة في كل زمان ومكان فاضل “. فأرجو أن تكون الطاعة في الأشهر الحرم مضاعفة كما أن المعصية في الأشهر الحرم أشد وأعظم. نعم. إي نعم.
Diantara ungkapan yang fenomenal dikalangan para Ulama’ adalah “Kebaikan itu berlipat ganda pada setiap waktu dan tempat yang mulia”, maka Aku berharap kebaikan di bulan-bulan Haram itu berlipat ganda sebagaimana kemaksiatan pada bulan bulan Haram ini lebih dahsyat dan lebih besar. (Fatawa al-Haram al-Makki)
Oleh karena itu, hendaknya kita bijak dalam menggunakan media sosial.
Semoga Allah memberikan taufik bagi semua. Aamiin
____
Referensi:
- Tafsir Al-Jalalain, karya Jalaluddin Al-Mahalli dan Jalaluddin As-Suyuthi, Penerbit Madarul Wathon, Saudi Arabia, tahun 1444 H/2023 M, hal. 192
- Fatawa al-Haram al-Makki, https://www.alathar.net/home/esound/index.php?op=codevi&coid=117037
____
Ditulis oleh: Irham Abisono (Santri Ma’had Darussalam Angkatan – 5)
Muroja’ah: Ustadz Abu Husain Agus Waluyo (Mudir Ma’had Darussalam Asy-Syafi’i)
____
Jadikan ilmu syar’i sebagai solusi dalam setiap urusan dunia dan kunci untuk keselamatan akhirat. Selain Fiqih Syafi’i, kami mengulas berbagai cabang ilmu diniyah untuk membekali keseharianmu. Mari bertumbuh dalam ilmu dengan bergabung Bersama Mahad Darussalam Asy-Syafi’i Yogyakarta untuk pendalaman materi diniyah yang sistematis
Yuk Segera Follow & Pantau Media Kami:
Website: darussalam.or.id
Facebook: fb.me/darussalam.or.id
Instagram: instagram.com/darussalam.or.id
YouTube: youtube.com/mahaddarussalam
WhatsApp: bit.ly/WAdarussalam
