Kesesatan Berproses, Benarkah Demikian?

Imam Al Barbahari serta Syaikhul Islam Ibn Taimiyah (semoga Allah merahmati keduanya) telah mengingatkan kita kaum muslimin akan bahaya kesesatan sejengkal demi sejengkal! Awalnya kesesatan itu sedikit kemudian lama-kelamaan menjadi bertambah besar dan panjang yang tentu saja hal tersebut membahayakan agama seseorang!

Imam Al Barbahari di dalam kitab شرح السنة yang tercetak pada halaman 37 dan 38 menyampaikan:

واحذر صغار المحدثات من الأمور؛ فإن صغير البدع يعود حتى يصير كبيرا

Berhati-hatilah Anda dari segala perkara baru yang remeh dan ringan di dalam urusan agama! Karena sesungguhnya kesesatan dan kebid’ahan yang kecil akan berulang hingga berubah menjadi besar!

وكذلك كل بدعة أحدثت في هذه الأمة، كان أولها صغيرا يشبه الحق، فاغتر بذلك من دخل فيها، ثم لم يستطع الخروج منها، فعظمت وصارت دينا يدان [به] فخالف الصراط المستقيم، فخرج من الإسلام

Demikian pula setiap kebid’ahan dan kesesatan yang terjadi pada umat ini. Awalnya remeh, kecil dan menyerupai kebenaran, sehingga tertipulah orang-orang yang masuk ke dalamnya, kemudian mereka tidak mampu keluar darinya. Akhirnya Bid’ah dan kesesatan membesar kemudian menjadi ajaran dan amalan yang dikerjakan, sehingga hal tersebut menyelisihi Shirathal Mustaqim (jalan yang lurus), yang kemudian keluar dari Islam.

Sungguh sangat mengerikan! Demikianlah proses dari kesesatan.

Awalnya kesesatan itu remeh, sedikit, kecil bahkan boleh jadi menyerupai kebenaran! Lama-kelamaan kesesatan menjadi bertambah besar dan parah! Menjadi ajaran dan amalan yang dipraktekkan. Bahkan paling parah menyelisihi syariat Islam yang kemudian menyebabkan keluar dari Islam. Astaghfirullah.

Syaikhul Islam Ibn Taimiyah di dalam kitab مجموع الفتاوى yang tercetak pada juz 8 halaman 425 juga telah mengingatkan:

فالبدع تكون في أولها شبرا ثم تكثر في الاتباع حتى تصير أذرعا وأميالا وفراسخ

Kesesatan itu pada awalnya hanya sejengkal saja, kemudian kesesatan menjadi semakin bertambah parah & banyak terjadi pada para pengikut sampai-sampai yang awalnya hanya sejengkal malah bertambah menjadi dzira, mil, bahkan farsakh (yakni kesesatan menjadi semakin parah dan panjang)!

Marilah kita senantiasa meminta petunjuk serta penjagaan dari Allah dalam doa-doa kita.

رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِن لَّدُنكَ رَحْمَةً ۚ إِنَّكَ أَنتَ ٱلْوَهَّابُ

Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan hati kami condong kepada kesesatan sesudah Engkau beri petunjuk kepada kami, dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi Engkau; karena sesungguhnya Engkau-lah Maha Pemberi karunia.

اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ الْهُدَى وَالتُّقَى وَالْعَفَافَ وَالْغِنَى

Ya Allah, aku memohon kepada-Mu petunjuk, ketaqwaan, keterjagaan, dan kekayaan

Jangan pernah sekalipun kita meremehkan kesesatan dan penyimpangan dalam beragama. Khawatir kalau kita menganggap remeh maka bisa jadi kita akan semakin sesat dan terjerumus dalam dosa. Semoga Allah menjaga kita semua dari kesesatan. Aamiin

Demikian pembahasan ringkas terkait hal ini. Semoga bermanfaat.

والله تعالى أعلم بالصواب
Dirangkum oleh: Yurifa Iqbal (alumni Ma’had Darussalam Asy Syafi’i angkatan 3)
Muroja’ah: Ustadz Farid Fadhillah, Ph.D. (pembina Ma’had Darussalam Asy Syafi’i)

____
Jadikan ilmu syar’i sebagai solusi dalam setiap urusan dunia dan kunci untuk keselamatan akhirat. Selain Fiqih Syafi’i, kami mengulas berbagai cabang ilmu diniyah untuk membekali keseharianmu. Mari bertumbuh dalam ilmu dengan bergabung Bersama Mahad Darussalam Asy-Syafi’i Yogyakarta untuk pendalaman materi diniyah yang sistematis

Yuk Segera Follow & Pantau Media Kami:

Website: darussalam.or.id
Facebook: fb.me/darussalam.or.id
Instagram: instagram.com/darussalam.or.id
YouTube:  youtube.com/mahaddarussalam
WhatsApp: bit.ly/WAdarussalam

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *