‌Hukum Air Dua Qullah (Fiqih Bulughul Maram)

‌Faedah dars ke-1 Fiqih Bulughul Maram karya Dr. Muhammad Mushthafa az-Zuhaili
Hukum air dua qullah ( hadis ke-4 )

وَعَنْ عَبْدِ اَللَّهِ بْنِ عُمَرَ رَضِيَ اَللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ: قَالَ رَسُولُ اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم: – إِذَا كَانَ اَلْمَاءُ قُلَّتَيْنِ لَمْ يَحْمِلِ اَلْخَبَثَ – وَفِي لَفْظٍ: – لَمْ يَنْجُسْ – أَخْرَجَهُ اَلْأَرْبَعَةُ, وَصَحَّحَهُ اِبْنُ خُزَيْمَةَ. وَابْنُ حِبَّانَ

Dari Abdullah bin ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Jika banyaknya air telah mencapai dua qullah (kulah) maka ia tidak mungkin mengandung najis.” Dalam suatu lafaz hadits, “(Jika air telah mencapai dua kulah), tidaklah najis.”
(Dikeluarkan oleh Imam Empat dan dinilai sahih oleh Ibnu Khuzaimah, Hakim, dan Ibnu Hibban).

Faedah Lafadz

  1. Makna قُلَّتَيْنِ adalah dua qullah dengan ukuran 200 kilogram atau 200 liter air. Ada juga yang berpendapat 204 kilogram, serta 192,85 kilogram.
  2. Makna اَلْخَبَثَ adalah Najis.

Fikih Hadits

  1. Air banyak adalah air dua qullah atau lebih.
  2. Air banyak tidak bisa ternajisi meskipun kemasukan najis, selama tidak berubah salah satu dari tiga sifat yaitu rasa, aroma, dan warna.
  3. Air sedikit adalah air yang kurang dari dua qullah.
  4. Air sedikit jika kemasukan najis, mengalami perubahan atau tidak, maka langsung dihukumi najis.

✍ Imam Safrullah (santri Ma’had Darussalam angkatan 4)
Muraja’ah : Ustadz Agus Waluyo Abu Husain

—–

📩 Silakan disebarkan dan follow media kami untuk mendapat update terkait Mahad Darussalam

Web: darussalam.or.id
FB: fb.me/darussalam.or.id
IG: instagram.com/darussalam.or.id
YT: youtube.com/mahaddarussalam
WA: chat.whatsapp.com/F5udYkGAB10KWmOTfbbI4h

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *